Bumi, rumah, dirinya
Tahukah kawan? Langit itu bernama lelaki, bumi itu bernama wanita. Laki-laki melihat jauh hingga pada titik ketinggian cakrawala tertinggi, toh sejauh apapun, sebesar apapun rencana-rencananya, sehebat apapun visi dan misinya, secanggih bagaimanapun rencana aksinya, bagaimanapun itu semua menjadikannya memukau, maka kita harus ingat bahwa yang menjadikannya keajaiban yang menjadi nyata adalah karena kedua telapak kakinya akan selalu menapak di bumi, bumi itu adalah dirinya, wanita itu, istriku.
Di bumi itu aku menemukan rumah, rumah itu menjagaku dari kelaparan haus dan dahaga, tempat sejuk itu meredakan segenap kecemasan, ketakutan dan kesedihan, mengembalikan seluruh energi untuk kembali lagi melangkah menjejakkan kaki semakin kokoh, menguatkan karya dan kontribusi.
Home sweet home, tidak ada rumah seindah rumah kita, dimana kita dilahirkan, dibesarkan, dan pada akhirnya kita akan berpulang kepada nya dari waktu ke waktu, tiap sudutnya bermakna puluhan tahun hidup, ruang-ruang nya menjadikan diri kita besar, cerdas, dan dewasa. Lalu kawan mungkin kau bertanya, bukan kah rumah itu berjuta jumlahnya, bertebaran, beraneka warna dan kemegahannya yang tidak terperi? Tidak, rumah bagi ku hanya akan selalu ada satu, tempatku dilahirkan sebagai seorang laki-laki, suami, ayah. Rahim tempat tumbuhnya tanggungjawab, rasa cinta dan sayang, setiap sudut nya selalu akan ku rindu, disana aku selalu bisa menemukan sakinah, rahmat dan Ridho dari Nya. Istriku, engkau adalah setiap sudut dan ruang tempat ku mengais sakinah, rahmat dan Ridho Nya.
Tahu kau kawan bagaimana rumah itu menjaga ku dari kelaparan, Haus dan dahaga? Kerumitan-kerumitan itu terselesaikan dengan Segelas teh manis hangat selepas kerja. Bagi saya segelas teh manis hangat adalah pasokan energi berlimpah untuk menatap kenyataan dunia kerja yang complicated, segelas teh manis adalah representasi restu, rindu, harapan, penjagaan dan doa. Semua bekal itu lalu menjadikan realitas di depan mata menjadi tantangan yang menarik untuk di pecahkan, segelas teh manis menjadikan kecemasan menjadi kewaspadaan dan ikhtiar terbaik, ketakutan dan kesedihan menjelma menjadi introspeksi yang berbuah produktifitas, teh manis hangat adalah pasokan kalori yang kan menyebar keseluruh urat nadi kesadaran dalam berpikir konseptual, menguatkan otot-otot emosi positif dan meluruskan cara bersikap dan bertindak.
Lalu bagaimana jika tidak ada teh manis? Atau yang tersedia adalah susu manis hangat? Hehe,, metafora kawan, pointnya ini adalah metafora tentang cinta yang tegak dalam hal yang sederhana, simpel dan bermakna dalam. Bumi itu sederhana, simpel, bermakna sangat dalam, disana ada rumah yang penuh dengan cinta, sayang, tanggung jawab, ujungnya adalah harapan membangun rumah seindah surga didunia dan di akhirat. Bumi itu, rumah itu, dia, Istriku. I love U
Nasihat yang mengingatkan akan peran “pendamping”, menembus pemahaman yang radikal, tidak sekedar pendamping secara fisik an sich, namun juga dipahami sebagai sebuah value kehidupan menuju tujuan yang hakiki bukan tujuan majazi, maslahat yang luas bukan maslahat yang kecil,
Terima kasih ustad, semoga langkah-langkah kecil ini menjadi bukti dan saksi atas iltizam yang terpatri dalam hati.
Ihfadzillah… =D
pengingatan dan penguatan dari wktu ke waktu selalu harus dilakukan,,
pijakan dan gemintang nilai milik Nya selalu menjadi tujuan,, w iyyakum ustadz..ayoo mantapkan langkahmu..!
Nice. Gombal-gembel bikin nangis. Hhmm… terharu dibacanya. Jadi teringat celoteh seorang teman, entah dapat dari mana dia kata-kata ini “Di belakang lelaki hebat ada seorang wanita hebat” lalu kutambahkan,” di belakang wanita hebat ada beribu cangkir kopi”,, jiiiahhhh.. alamat maag kambuh lagi.
So far, salam buat bumimu dan hayamu… ^^
#ammah pengen nyubit pipi Haya.. hihi
di belakang pria yang selalu berusaha menjadi suami dan ayah yang lebih baik, selalu ada segelas teh manis di pagi hari dan sore selepas pulang kerja
ayoo cubit langsung ke subang, jalancagak neng..:P
eta kebanyakan kopi wae,, maagh na kambuh tuh..
ga ah nanti disuntik ama bu bidan detty kalo nyubit neng haya mah…
biar ah, lagian kopi itu ngasih inspirasi… huhuuuu
hehehe,, nanti di kasih taujih soal partus geura..
kopi luwak neng..aseli yang baru keluar dari si luwak na hehehe,, coba deh,,